Mom's Life

a Gift For My Dearest Husband

7:05 AM

Allah menciptakan  manusianya berpasangan dan tanpa disadari pasangan tersebut dapat mengisi waktu dan menemani kita mengarungi berbagai masalah, kesulitan, kebahagian bersama. Allah tau mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita, maka dia mengirimkan sesosok manusia lainnya untuk mendampingi kita selama kita hidup di dunia ini dan aku percaya hal itu.

Inno, hmmm nama yang tidak familiar di dengar bukan? Malah terdengar aneh. Aku dan seseorang bernama panjang Rinualdy ini bertemu saat kami dibangku SMA. Bukan lelaki idola sekolah, bukan pria yang berparas menawan, bukan murid teladan, dan bukan juga lelaki yang ada dalam list "Kriteria Cowok yang Patut Dipacari" ahaha. (tapi sampai skrng sih dia mengaku paling TOP disekolah zzzzzz). Jujur dulu aku punya keinginan untuk memiliki pria yang alim dalam arti baik, baik dalam segala hal dan perfect dalam segala hal. Tetapi pada kenyataannya, itu semua hanya ada dalam dongeng, dan lelaki yang tidak perfect dan dalam arti nakal itu, malah memunculkan kesan penasaran dan kerinduan dari tingkah lakunya yang konyol :) (aduh terbang deh ni yang baca). Kisah cinta kami di bangku sekolah, bisa dikatakan tidak berjalan dengan mulus, banyak rintangan yang berarti tapi jujur membuat kami lebih kokoh dalam menjalin hubungan.

8 tahun mengenal dan menjalin hubungan 7 tahun lamanya, membuat kami mengerti satu sama lain, lebih memahami, tapi masih saja sampai detik ini berdebat untuk hal-hal tidak penting yang dirasa masing-masing dari kami tau, itu adalah kekurangan pasangannya. Jujur saat di 7 tahun perjalanan kami, dan memutuskan untuk maju ke strata selanjutnya, membuat perasaan ini melayang tinggi di langit. Kapan lagi kamu bisa bersama dengan nya setiap hari, melihat dirinya mulai bangun tidur sampai tertidur kembali, tidak ada lagi perpisahan setelah mengantar pergi ngapel ahaha tidak ada lagi rasa kangen bila ia sudah sampai rumahnya dan saya sampai di rumahnya. (aduh ini geli si, lebay).

Dan inilah kami, telah bersama dalam satu ikatan pernikahan, ikatan yang ternyata setelah dijalani, bukan tergolong perkara yang mudah. Menyatukan 2 insan dalam satu atap membuat kami, satu sama lain, mereda ego, mendahulukan kepentingan lain, menyatukan pendapat, berdiskusi berbagai macam hal, ini aku katakan sulit. Sampai umur pernikahan kami yang hampir 3 tahun, aku merasa masih banyak yang harus dipelajari, masih banyak pr yang harus dikerjakan dan masih banyak lagi hal-hal di luar sana nantinya, yang menguji rasa cinta di dalam hati kita berdua. Inilah yang dikatakan ujian hidup, semakin kamu diuji, semakin kamu disayangi Allah, karena Allah ingin kita naik dari tingkatan kita sebelumnya. Aku bukan sedang curhat, tapi berbagi kepada pasangan lainnya yang ingin menikah, pasangan lainnya yang baru menikah, realita tidak seindah yang diimpikan. Kalian harus benar-benar mempunyai tameng yang kuat, ibarat beton tidak akan hancur walaupun terkena tsunami sekalipun. Prinsip saya satu, saya telah memilih pasangan hidup saya sendiri, maka, saya harus bertanggung jawab dengan segala resiko yang dihadapi. Ingat Allah selalu mendampingi langkah kita, selama itu selalu berjalan di jalan Nya yang benar.

Di ulang tahun suami saya yang menginjak 27 tahun, mama mempersembahkan blog alay mama AHAHAH (dari dulu cuma berani nulis diary, baru direalisasikan sekarang) selain itu aku berharap, papa bisa menjadi papa hebat untuk mama dan malaikat mungil kita Raga :) Selalu ingat perjuangan panjang kita, bukan untuk membanggakan kepada orang lain, tapi lebih kepada bekal untuk pribadi kita masing-masing. Ingat mama dan raga selalu sayang papa dan ingat tidak ada yang bisa menggantikan rasa cinta di dalam keluarga kita. Motto "Semua akan Indah Pada Waktunya" akan terus dapat menemani kita dalam mengarungi kehidupan yang tergolong masih baru ini, bila kita bisa melewati satu persatu ujian dengan bersama-sama, aku yakin semua akan baik dan indah. Ingat abaikan gangguan dan godaan iblis yang dapat menggoyahkan imanmu, karena penyesalan berada di belakang dan ingat dulu kamu pernah kurus (lohhhh ehehehe)

Sekali lagi selamat ulang tahun
Sahabatku... 
Teman baikku... 
Teman berbodoh ria..
Mantan pacarku.. 
Sosok lelaki tangguhku.. 
Teman berbagiku.. 
Suami tercintaku...
Papa raga kesayangan..
umur tidak membatasi kita untuk berhenti berkarya, teruslah belajar, teruslah mencari ilmu, teruslah menjadi pengetahuan disegala ketidaktahuan mama, teruslah menjadi papa hebat kesayangan raga, teruslah menjadi contoh baik untuk raga, karena kelak ia akan melihat papa sebagai contoh dalam hidupnya. Semoga Allah selalu memberikan jalan terbaik untuk semua. I love you to the moon and back *kiss.

-mama sayang papa, happy sweet 27th-






You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE

Press