Japan 2017

OSAKA - KYOTO - TOKYO FEB 2017

3:12 PM



Finally!!! Begitulah kiranya ekspresi kegembiraan kami, setelah sampai pada hari H keberangkatan ke negeri bunga Sakura itu. Walau kami tidak bisa mendapatkan watu yang tepat untuk pergi di saat bunga Sakura bermekaran, tapi rasa bahagia tetap menyelimuti keluarga kami, maklum ini kali pertama keluarga kami pergi ke negeri tersebut dan dalam 8 hari, kami memutuskan untuk mengunjungi 3 kota, yaitu, Osaka, Kyoto dan Tokyo. Yuk ikuti gimana perjalanan kami disana. (berasa artis ahaha).

Merupakan salah satu keharusan bagi aku dan keluarga untuk membuat budget dan agenda disana, biar sudah ada gambaran berapa uang yang harus dikeluarkan dan agenda disana kita ngapain aja, kurang lebihnya agendanya seperti dibawah ini :)


Untuk pengeluaran, bisa japri ke aku aja ya, itu Agenda yang aku coret, maksudnya adalah, rencana awal kesana, tapi pada kenyataannya tidak sempat eheheh. Ternyata jadwal yang ketat dan membawa balita berumur 20 bulan itu, aku rasa cukup sulit #pembelaan. Oh iya, kita tidak memakai tour ya, jalan sendiri aja sotoy, intinya si menghemat pengeluaran, dan waktu lebih flexible :)

Oke, untuk perjalanan Jakarta - Osaka, memakan waktu kurang lebih 7 jam, direct dan transit kira-kira nambah 1 setengah jamlah ya. Pesawat aku dan orang tuaku pisah, mama, papa, adikku naik yang transit, dan aku sekeluarga yg langsung (mumpung suami banyak point Garuda *tidak bermaksud sombong loo eheheh). Nah untuk tempat duduk di pesawat pada saat aku pergi, aku diberikan first row, karena membawa bayi yang sudah besar ehehe. Memang ini pasti sudah kewajiban maskapai, karena baris paling depan, kaki ke depannya lebih luas jauh dibandingkan bangku yang lainnya di kelas ekonomi, dan kalau bayi anda cukup beratnya (kalau g salah tidak lebih dari 9 kg *info grup bu ibu :) Kalian akan ditawarkan semacam baby box nempel, yang dipanggil bassinet*ini juga aku baru tau namanya dari grup bu ibu ihihihi. Tetapi menurut aku pribadi, aku sedikit kesulitan, karena Raga sudah tidak bisa anteng duduk nntn tv, dan tidak betah tidur duduk dipangku dalam beberapa jam, tvnya pun tidak tertempel di depan kita melaikan, harus ditarik dari sisi kanan bangku, dan sanggahan tangan juga tidak bisa digeser ke atas, jadi Raga gak bisa bobo selonjoran. Nah kebayanglah dia rewel nangis tengah malem, disaat satu pesawat tidur istirahat, terus belum lagi nyari bangku kosong lainnya udah g ada, semua orang pada tidur selonjoran (ibu-ibu banyak protes ya, udh bagus cuma bayar 10%, minta macem-macem buat anak, kalau mau luas ya beli bangku! AHAHHA) -- sekian keluh kesah di pesawat.


Saat di Pesawat Perjalanan Jakarta-Osaka

Sesampainya di Kansai International Airport, Osaka, udara dingin menyelimuti, hampir kiranya 8 derajat disana, dan menurut aku itu udah dingin, apalagi angin disana, haduhhh, udah pake baju lapis tetep dingin. Maklum lah, biasanya cuma ngerasain 28 - 31 derajat udara yang panas, ke udara 8 derajat hmmmmm. Anakku Ragapun yang biasa gak mau pakai topi, syal dan lengan panjang. Disana harus pasrah menerima semuanya dikenakan ditubuhnya, karena aku rasa kali ini dia juga merasakan dingin.


Salah satu outfit Raga dan Eyang kung :)
Oh iya, aku dapat beberapa referensi dari saudara dan teman untuk menggunakan JR Pass dikarenakan aku mengunjungi berbagai kota di Jepang, dan setelah aku hitung pun benar, jadi lebih murah. FYI, JR Pass merupakan tiket terusan untuk semua kereta yang masuk dalam Japan Railways Group (JR Group), untuk lebih jelas mengenai JR Pass, kamu bisa klik link ini, JR Pass. Dan rute apa aja yang tercover JR Pass, kamu bisa lihat di Hyperdia.

Setelah melakukan penukaran tiket JR, kita lansung ke kereta menuju hotel kami, di daerah Temmabashi. FYI lagi, tidak semua kereta di wilayah Jepang tercover JR Pass ya, karena setiap kota, punya kereta lokal juga masing-masing, jadi kita beli satuan. Aku kasih contoh bagaimana aku bisa sampai ke hotel aku di Osaka. Ini rute yang aku lihat di website Romerio.com dan dari web itu juga aku bisa buat perkiraan harga budget transportasi. Dari KIX kita ke Tennoji Station, menggunakan JR Haruka (tercover JR), setelah dari Tennoji kita transit menuju Temmabashi station menggunakan Tanimachi Line (nah ini kamu harus beli tiket sendiri lagi), beda dengan membeli tiket di Singapore yang bisa klik langsung ketujuan yg kita mau, kalau di Jepang, kamu masukan harga tiketnya. Contoh dari Tennoji ke Temma itu 240 Y, jadi kamu klik 240 kali berapa tiket yang mau kamu pesan. Kalau baca keterangan aku, kayaknya ribet yaa, tapi emang pada kenyataannya tetep ribet si ahaha. Untung ada tour guide handal yaitu suami aku, yang bisa baca-baca peta dengan cepat dan menunjukan berbagai arah *makasi cuami :p dan satu lagi Google Maps itu sangat membantu lo, dan lumayan akurat. Dibawah ini, salah satu penampakan menggunakan Google Maps.


Harga yg tercantum adalah harga keseluruhan dari KIX ke Temma
Sebenarnya, aku sudah diperingati oleh teman, untuk tidak membawa koper terlalu berat dan banyak, karena jalan disana cukup jauh dan terkadang hanya ada tangga saja, dan benar adanya sukses repot membawa 2 koper, stroller, beserta anak yang tidak bisa diam ahaha. 

Nah untuk stroller sebagai prolog ehehe, aku sama suami, memutuskan untuk menyewa stroller, pertimbangannya adalah 
1) Mencari yang lebih ringkas, padat, dan bisa masuk koper
2) Kalau beli lagi stroller baru, lumayan yaa mahal, terus nanti stroller lama aku gimana? ehehe
3) Harga sewa 2 minggu stroller pockit hanya 170 ribu udah termasuk biaya ongkir antar jemput. 
Jadi, saran aku si, kalau travelling, bawa stroller yang ringkas, dan udah bawa yang ringkas pun, anakku hanya mau pas tidur doang di stroller sisanya... lari-lari kesana kemari ehehe.

Laaannnjjuuuut, walau udara dingin, tapi suasana di Osaka, sangat menyenangkan, sangat bersih (sudah tidak perlu dipungkiri), tertib, dan tidak terlalu ramai. Hotel yang aku pesan pun, makanannya enak, walau untuk kami bertiga, kamarnya tergolong sempit, tapi kami masih bisa menikmati.

Jujur hari pertama sampai itu, kita semua kelelehan, dipesawat yang lumayan lama, gotong koper sana-sini. Alhasil sukses, tidur semua di hotel, dan baru keluar jalan-jalan jam 6 sore eheheh (tapi beda cerita kalau kalian naik taksi ya, drama keluarga kami pasti tidak akan terjadi kepada kalian, tapi yaa lumayan sekali menguras isi dompet anda, naik taksi di Jepang ehehe). 

Btw, di dekat hotel tempat aku menginap, ada mall besar yang lumayan lengkap, yaitu Keihan City Mall, bagi kamu yang mau berbelanja di Daiso, GU, Uniqlo, 3 Coins, disana ada semua. Bisa-bisa kalap si ehehe, apalagi GU disana tergolong murah. Adikku saja borong banyak, oopps! (kakak g mau rugi, ntar tinggal pinjem Ahahaha). Setelah itu, perjalanan kami lanjut ke pusat keramaian yaitu daerah Dontobori. Senangnya dari tempat ini, layar televisi besar-besar terpajang di banyak gedung di daerah ini, membuat suasana menjadi ramai dan terang benderang.







Nah kalau kalian ke daerah sini, jangan lupa makan di restaurant sushi rasa enak dan gak membuat kantong bolong ya, yaitu Daiki Suisan, walau harus rela antri panjang banget, tapi bener-bener worth it kok :) Pecinta sushi seperti papa dan adikku, seneng banget pas makan disini.

#abaikan foto papa dan suamiku, kebelakang ada antrian di kanan, nah ituuu gambaran antrian makan di Daiki Suisan, aku kesana pas jam makan malam, sekitar jam 7 malam
Mari Makan :)
Intinya seperti itulah, hari pertama aku dan keluargaku tiba di Osaka dan apa saja yang kita lakukan dan habiskan. Mari kita lanjutkan ke hari kedua.

Hari ke- 2 di Osaka



Welcome to Universal Studio, Osaka, Japan! HOREEE!! Maklum, untuk Harry Potter freak seperti aku dan adikku, ini menjadi saat yang ditunggu-tunggu, mungkin kita memang belum diberi kesempatan melihat langsung ke London, tapi datang ke Wizarding World of Harry Potter di USJ ini, lumayan mengobati bagaimana kita bisa melihat detail secara langsung apa saja yang ada di buku karangan J.K Rowling tersebut. Mulai dari sapu terbang, tongkat sihir, desa Diagon Alley, tempat pertama Harry Potter membeli Hedwig kesayangan dan masih banyak lagi. Kita pun rela antri demi, mencoba Butterbeer. FYI, setelah aku compare dengan cerita kakak iparku kesana pada musim kemarau, rasa Butterbeernya berbeda, kalau pas aku musim dingin, rasanya seperti jahe, dan hangat sekali dibadan. Sedangkan waktu kakak iparku kesana, rasanya seperti roat beer ehehe. (bolehlah nanti musim kemarau kesini lagi, *langsung tatapan elang dari suami menyerbu mataku ahaha)





Untuk kalian yang membawa anak seperti aku, yang belum genap 2 tahun, aku rasa kurang recommend ya, kebanyakan memang untuk anak yang sudah besar permainannya, dan sekali antrinya itu loo waktunya, 120 menit, 160 menit, 200 menit. WHAT?? Padahal aku kesana bukan di hari Sabtu dan Minggu. Alhasil waktu di sana aku cuma nonton semacam pagelaran musical gitu (Universal Monster Live Rock and Roll Show), ke wahana Jaws, lihat Universal Reborn Parade, Wand Magic, frog choir, dan rela antri di Harry Potter and The Forbidden Journey 4K3D. Udah sekian segitu ajah ahahaha. Buat kamu yang bingung, dan ingin lihat permainan apa saja yang pantas untuk diantriin panjang, kamu bisa langsung buka web Universal Studio Japan. Walau gak bisa banyak naik macem-macem, tapi kami tetap senang disana. Cuma agak kecewa karena jam 8 malam semua wahana sudah tutup (emang bu Salsa, maunya tutup jam berapa?? ahahaha)














Tanpa terasa, hari ke-2 di Osaka kita berakhir, dan besok pagi kita sudah harus berangkat ke Kyoto. Menggunakan JR Kyoto Line, ini tercover JR pass ya :). Setelah 2 hari berlalu, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penduduk Jepang, sangat helpfull, walau adanya keterbatasan bahasa, tapi mereka tanpa sungkan berusaha mengerti dan membantu apapun yang kita perlukan. Mulai dari menunjukan arah jalan, tempat makan, memberi tempat duduk kepada saya yang membawa anak tanpa banyak mikir (you know lah disini ahaha) dan masih banyak lagi. Yuk kita lihat perjalanan kami ke Kyoto selanjutnya.

klik link ----> OSAKA - KYOTO - TOKYO FEB 2017 (Part 2)

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE

Press